Wednesday, November 5, 2008

I dont wanna be. . . a murderer [Part 2]

Sekali lagi kejadian ini gara-gara ka Via juga.
Minggu ini dia seneng banget nyanyiin lagu Unfaithful.
Mungkin dia ngfans banget ama Rihanna, gw gatau.
Mungkin dia suka dengerin suara pianonya dari lagu itu, gw juga gatau.
Mungkin dia gasuka makan jengkol+pete+sodara-sodaranya, gw udah pasti tau.

---

Jadi pas sebelom upacara, dia selalu saja bersenandung lagu Unfaithful. Hingga Pak Djunaedi, kepala sekolah kita [nama dirubah agar tidak menyakitkan hati pihak manapun] yang sebelumnya membesar di Jogjakarta mendengar bisikan-bisikan gaib Unfaithful- version dari barisan kelas XI IPA.

Dia, yang sedang memberikan amanah, mulai menatap satu-satu anak-anak XI IPA. Sambil masih berceramah tentang pentingnya memakai kata "luar biasa" jika memberi pujian kepada orang, dia terus mencari dari mana asalnya lagu Unfaithful itu. Hingga. . .

"Jadii jikaa misaalnyaa ada oraang baru knalan ama kamu, trs dia menceritakaan punya 2 adik perempuan misalnya, jangan segan untuk memuji dia dengan kata "luar biasa". Orang itu akan menerima sensasi yang luar biasa jika dipuji seperti itu. Luaar Biasaa. . "
Sempat ada sedikit jeda.
"Ehh ituu laguunyaa Rihanna yaah? Luaarr Biasaaa", tanya dia penuh antusias karena sudah menemukan orang yang dicari-carinya slama bertahun-tahun.

ka Via langsung menghentkan nyanyiannyaa di bagiaann "I dont wanna hurt him anymoree. . . I dont wanna take away his life. . ."

Pak Djunaedi pun melanjutkan, "I dont wanna be. . . ."
Semua anak diem. . .
"Kabeehh. . .", kata Pak Djunaedi dengan bahasa Jawa yang artinyaa "Semuaaaa" *ajakan untuk menyanyi bareng*
Semua anak masih diam ditempat karena tidak mengerti apa yang ingin disampaikan orang Jogja ini. Hingga sekitar 2 menitan berlalu, tidak ada yang mengerti apa jeritan hati Pak Djunaedi.

Untung ada Pak Antonio [nama disamarkan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan], guru olahraga gw ganteng, suka senyum-senyum sendiri, suka melompat kea kambing *emang kambing lompat?* dan pengertian lagi.
Dia tahu, Pak Djunaedi ingin menyanyikan lagu Unfaithful karena ngfans banget ama Rihanna, apalagi ama lagu Umbrella *ella ella ella e e e*.
Maka dengan inisiatif sendiri, Pak Antonio mengambil papan dan menuliskan "murderer" di papan itu. Dia mengangkat papan itu, menyuruh anak-anak melantunkan kata "murderer" itu. . .
Anak-anak masih belom nyambung. . . Dengan marah dia. . .

"Semuanyaa!! Semuaanyaa!!" sambill menunjukk anak-anak yang dilapangan.

Anak-anak dengan nada ketakutan, tampang yang sama dengan anak-anak sekelas gw yang peristiwanya oleh Pak Effendi *masi inget kan? :D*, mulai membuka mulut daan. . .
"A murdererrr"

Tampak di muka Pak Djunaedi sedikit senyum karena anak-anak pengertian dengannya. Tetapi sedikit senyum itu berubah menjadi senyum-senyum sendiri. Menakutkan. Dia melihat sekeliling. Dia sadar, tadi sudah mempermalukan dirinya sendiri. Dia merapikan jas dan kembali. . .
"Jadi anak-anak, dalam opini saya, Rihanna itu luar biasa. . ."

Dan upacara pun berlangsung dengan khitmat, walau sempat terganggu dengan kejadian memalukan+memilukan tadi.

2 comments:

Karanissa Larasati said...

gilaaaa kaco abiss ! HAHAHAHHAHAHA
cobaaaa kalo di sekolah aku kayak gitu .. pasti seruuu :D

farah savira said...

nama samaran pak inton waaaw terlalu berlebih ka hahaha, btw itu kpn kepala sklh kita si pak ****** ngomong kea gitu?